Hampir sebagian besar orang memimpikan menjadi seorang
pebisnis besar dan sukses. Tapi, hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup
menjalani mimpi tersebut.
2.1
Menganalisis Jenis usaha terkait
2.2
Berpikir “Out of The Box”
2.3
Menetapkan
Visi dan Misi Usaha
2.4
Flexibilitas “Visi dan Misi”
2.5
Sesuaikan Dengan Minat Anda
2.6
Jalankan
bisnis yang Anda kuasai
3
Menyusun business plan sebaik mungkin

3.1
Lihat peluang bisnis
3.2
Analisis Pasar dan Tantangan Anda
3.3
Perencanaan yang Matang
3.4
Buat
Proposal Rencana Usaha
4
Melakukan
Survei
4.1
Pahami
Tingkat Persaingan
4.2
Perhatikan
Perilaku Konsumen

4.3
Cari Lokasi yang Strategis
4.4
Tentukan target pasar
5
Menentukan Lokasi Usaha
6
Menentukan produk Anda
6.1
Uji
Coba Pasar Terbatas
6.2
Definisikan Keunikan Produk Anda
7
Menyiapkan Modal Usaha
7.1
Catat Kebutuhan Dana Awal dan Modal

7.2
Bagi
anda yang benar – benar Nol Modal Finansialnya
7.3
Sumber
Pendanaan
7.4
Jelajahi Platform Crowdfunding
7.5
Amankan Pinjaman Usaha Kecil jika Diperlukan
7.6
Tabung
Rencana Modal Segera Ketika Anda
Dapat Uang
8
Mempersiapkan
operasional
8.1
Mempersiapkan Segala Keperluan
8.2
Jalankan Percobaan
9
Melaksanakan
Usaha Anda
9.1
Organisir diri
9.2
Mulai Membuka Usaha
9.3
Kerjakan Ide Bisnis Anda
9.4
Tingkatkan kemampuan Anda

10
Mendaftarkan
Usaha Anda
10.1
Jadikanlah usaha Anda sebagai usaha yang Legal
dan diakui hukum
11 Meluncurkan
usaha Anda
11.1
Undang Banyak Orang Ketika Launching
11.2
Waktu
Peluncuran Harus Pas
12 Mempromosikan
Produk dengan Baik

12.1
Promosi Secara Berkala
12.2
Jangan Ragu Memberikan Free
Sampling atau Give Away
12.3
Kuatkan Nilai Jual Produk dan Layanan

12.4
Manfaatkan
Sosial Media untuk Membuat Gebrakan
13 Meningkatkan
kualitas produk
13.1
Selalu lakukan evaluasi
13.2
Fokus
pada satu bisnis dulu
13.3
Pahami kompetisi
13.4
Kumpulkan Umpan Balik
13.5
Rajin membuat catatan
13.6
Miliki layanan pelanggan yang baik
14 Mengelola Keuangan yang Baik
14.1
Buat Rekening Terpisah
15 Scale
up bisnis Anda

15.1
Pilih SDM yang tepat
15.2
Menjadi Unik dalam Persaingan
15.3
Terus
Memantau Pasar dan Belajar
15.4
Libatkan Orang Terdekat
15.5
Perbaikan
Terus Menerus
16 Membangun
Jaringan (Networking)
16.1
Perluas Networking Anda
17 Membangun Mental yang Kuat
17.1
Melatih Mentalitas Pebisnis
17.2
Siap menghadapi kemungkinan terburuk
17.3
Terbuka terhadap setiap evaluasi
17.4
Terus Belajar dan Memperbaiki Diri
17.5
Mental baja
17.6
Jangan
Ragu untuk Memulai Sekarang
Memulai usaha dari nol memang bukan perkara mudah.
Dibutuhkan tekad yang kuat, usaha keras, dan kemauan untuk terus belajar. Lihat
saja kisah-kisah inspirasional para pengusaha seperti Chairul Tanjung, Susi
Pudjiastuti, Dahlan
Iskan, Bob sadino, Rahmat Gobel, Sandiaga Uno, Aburizal Bakrie, Nadiem Makarim,
Achmad Zaky, yang berjuang keras dari nol
hingga bisa sukses seperti saat ini.
Jadi bagi Anda yang masih takut untuk memulai usaha, kini
saatnya untuk mengubah paradigma Anda. Hilangkan prasangka bahwa memulai bisnis
dari nol adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Ada banyak cara memulai
usaha yang bisa Anda terapkan.
Merintis usaha sendiri tidaklah semudah yang dibayangkan.
Banyak hal-hal penting yang mesti Anda persiapkan. Mulai dari jenis usaha yang
akan dijalankan sampai dengan segi pemasaran dengan perbaikan yang terus menerus. Jika Anda kurang pengetahuan dan tidak serius dalam
membangun usaha tersebut, usaha Anda tidak akan berkembang dan bahkan bisa mengalami kerugian.
Oleh sebab itu, banyak calon pengusaha yang menggunakan
jasa konsultan bisnis. Mereka berharap bisa mendapatkan strategi dan
perencanaan yang matang sebelum memulai usaha yang akan ditekuni.
Bagaimana dengan Anda?
Saya rasa Anda tidak perlu menyewa jasa konsultan bisnis
jika hanya membuka usaha dengan modal kecil. Selain biayanya relatif mahal,
merintis usaha sendiri dengan modal kecil bisa Anda pelajari sendiri dari
nol.
Berita baiknya, postingan ini
membahas langkah demi langkah memulai usaha sendiri dengan modal yang relatif
kecil.
“Bagaimana cara memulai usaha
baru sendiri bila Saya masih pemula?” Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan
yang sering muncul di benak kita, termasuk saya dulu ketika ingin memulai usaha
sendiri.
Bagi kebanyakan orang, memulai
usaha itu merupakan sesuatu yang penuh tantangan dan butuh mental yang kuat. Kurangnya
modal seringkali menjadi faktor yang membuat niat seseorang untuk memulai usaha
menjadi surut. Pada kenyataannya, modal bukanlah faktor utama namun mentalitas
seseorang lah yang menentukan.
Sebagian besar pemula dan
belum pernah menjalankan usaha pasti kebingungan bagaimana cara memulai usaha
dari nol hingga bisa sukses. Nah, di artikel ini saya ingin berbagi tips dan kiat memulai bisnis dari nol hingga bisa
beroperasi dengan baik, berdasarkan pengalaman pribadi dan seluruh sumber lain yang kredibel.
Ada
puluhan juta usaha kecil di
Indonesia, memulai usaha baru untuk bersaing di segmen - segmen tersebut akan membutuhkan kerja
keras dan dedikasi. Jika Anda tahu cara menjalankan bisnis dan Anda telah
mengambil langkah yang tepat untuk memulai bisnis, uang seharusnya tidak
menghentikan Anda memulai usaha tersebut. Karena berniat membuka usaha lebih penting daripada sekedar modal
finansial.
1.1 Jaga Pekerjaan Anda Sekarang
Bagi anda yang sudah memiliki pekerjaan
sebelum anda memulai usaha, sangat penting bagi anda menjaga pekerjaan anda tetap bisa
dilakukan, ketika Anda bermain-main dengan ide memulai usaha. Anda membutuhkan sumber penghasilan
tetap sebelum Anda dapat lancar
dalam usaha Anda. Jadi
saya sarankan untuk tetap menjaga
pekerjaan anda saat ini. Dengan mempertahankan pekerjaan Anda saat ini,
Anda akan lebih aman ketika Anda perlu mengambil risiko.
Anda
tentu saja akan perlu menghabiskan jam tambahan dan bekerja lebih keras. Namun, transisi dari karyawan menjadi pengusaha akan jauh lebih mudah karena Anda tidak akan
memiliki krisis finansial, ketika usaha awalan anda gagal.
Bagi anda yang tidak memiliki pekerjaan,
anda tidak perlu mencari pekerjaan terlebih dahulu, anda hanya perlu bekerja
lebih keras pada usaha yang akan anda mulai.
1.2 Yakinkan Diri Anda
Mulailah
untuk lebih memantapkan hati sebelum memutuskan pilihan. Jangan memulai Usaha anda sebelum Anda bisa yakin
dan bulat tekad dalam melaksanakannya.
Apabila masih setengah hati saat mulai
membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Alih-alih
sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan.
2 Menentukan Jenis Usaha Anda
Buka usaha apa ya? Mungkin pertanyaan
seperti ini sering muncul di benak Anda. Terutama jika Anda masih pemula dan
belum pernah membuka bisnis apapun.
Sebelum memutuskan untuk merintis usaha sendiri, penting
bagi Anda untuk menentukan jenis usaha dan membaca peluang bisnis saat ini yang
memiliki prospek cerah.
Selain itu, sebaiknya jenis usaha tersebut harus sesuai
dengan minat dan keahlian Anda. Percuma menjalankan sebuah usaha tetapi Anda
tidak menyenanginya. Anda akan setengah hati dalam mengembangkan usaha
tersebut. Malahan, Anda bisa menyerah ditengah jalan ketika merasa bisnis Anda
tidak sesuai yang diharapkan.
Coba Anda pikirkan terlebih dahulu sebelum memulai sebuah
usaha. Tulis dalam buku catatan tentang minat, keahlian, bakat, dan hobi Anda.
Disamping itu Anda bisa menulis beberapa jenis usaha yang ingin Anda rintis.
Poin ini sangat penting karena
berhubungan dengan minat Anda dan tren bisnis jangka panjang. Kebanyakan orang
lebih memilih bisnis yang sedang booming, karena dianggap langsung menghasilkan
uang.
Hal ini bisa saja dilakukan,
namun tetap harus memperhatikan minat Anda sebagai pelaku usaha. Bisnis yang
dijalankan berdasarkan minat umumnya bisa bertahan lebih lama ketimbang bisnis
yang dijalankan karena ikut-ikutan saja.
Sebagai contoh, Anda hobi
membuat aneka macam kue. Dari hobi tersebut
Anda bisa menentukan jenis usaha Anda yakni membuka usaha kue rumahan.
Lain halnya jika Anda minat terhadap fashion. Jenis usaha
yang cocok untuk Anda adalah bisnis baju.
Dengan memilih jenis usaha yang sesuai dengan minat dan
keahlian Anda. Saya yakin, Anda pasti akan senang hati dalam menjalankan usaha
tersebut.
2.1
Menganalisis Jenis usaha terkait
Anda
harus memastikan bahwa usaha yang Anda dirikan adalah jenis usaha yang Anda
minati. Hal itu akan lebih baik apabila ditunjang dengan keahlian dan
pengalaman Anda di jenis usaha tersebut.
Lakukan
analisis Break Event Point untuk menentukan potensi yang ada dalam
jenis usaha Anda. Setelah itu jabarkan rencana usaha Anda secara detail (Sales
forecast, analisa arus kas, etc).
Setelah itu susun rencana pemasaran yang akan Anda lakukan untuk memasarkan
usaha Anda tersebut.
Meskipun demikian, analisis yang anda
lakukan tidak perlu sangat rumit, yang penting adalah anda memiliki nilai angka
diatas kertas yang nantinya Anda jadikan acuan dalam berjalannya Usaha.
Analisis ini anda perlu perbaiki setiap saat.
2.2
Berpikir “Out of The Box”
Tidak
ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Bisnis
transportasi online misalnya, ia melihat peluang bagaimana bisnis ini
nantinya menjadi solusi masyarakat urban. Nah, jadi biasakan untuk mengasah
kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya.
2.3
Menetapkan
Visi dan Misi Usaha
Di balik semua usaha yang
berhasil pasti ada visi dan misi yang kuat di dalamnya. Begitu pun dengan usaha
yang akan Anda rintis, harus ada visi dan misi yang diusung.
Dengan adanya visi dan misi,
maka sebuah bisnis akan dapat fokus pada tujuan dibangunnya usaha tersebut.
Umumnya para pemula membangun usahanya tanpa visi dan misi yang jelas, yang
pada akhirnya membuat mereka tidak konsisten pada tujuan awal membangun usaha
tersebut.
2.4
Flexibilitas “Visi dan Misi”
Hal terpenting saat akan memulai usaha
adalah membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di
dalamnya. Visi Misi yang
sudah anda miliki lebih baik untuk tidak bersifat kaku, tetapi sedikit lebih
lentur. Karena ketika visi anda sangat kaku, yang terjadi adalah anda tidak
bisa beradaptasi dengan keadaan.
2.5
Sesuaikan Dengan Minat Anda
Tidak peduli sesering apapun Anda
mendengarnya, passion atau minat adalah salah satu faktor
terpenting untuk memulai sebuah usaha. Bahkan bukan hanya untuk memulai, tetapi
juga untuk mengelolanya hingga sukses. Untuk memulai dan menjalankan suatu
usaha, Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk menyempurnakan semua lininya.
Jadi apabila tidak berdasarkan kecintaan, maka seluruh waktu yang Anda habiskan
untuk membangun usaha dari nol akan terasa seperti beban yang berat.
Menjalani
sesuatu sesuai dengan passion akan membuat sesorang lebih rileks, bahkan saat
sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga berlaku di dalam dunia
bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan
komitmen.
2.6
Jalankan
bisnis yang Anda kuasai
Bicara
bisnis tentu bicara keuntungan. Ada
kalanya hal yang Anda sukai kurang menguntungkan. Dalam hal ini yang bisa Anda lakukan adalah
meminati hal yang anda kuasai atau menguasai hal yang anda minati. Belajar
mencintai hal yang anda kuasai bisa membuat anda semakin tenang dalam menjalankannya.
Sedang mengasah kemampuan pada bidang yang anda minati akan membuat hidup anda
begitu bersemangat dan bahagia.
3
Menyusun business plan sebaik mungkin

Memulai usaha dari nol berarti harus mempersiapkan
perencanaan matang yang dituangkan dalam business plan. Business
plan yang baik adalah kunci kesuksesan usaha yang Anda bangun. Anda harus
memetakan rencana Anda beberapa tahun ke depan. Tujuan apa yang ingin Anda
raih, dan cara apa yang akan Anda gunakan untuk meraihnya.
Ada banyak alasan mengapa business plan adalah
faktor penting sebelum memulai bisnis, antara lain untuk memudahkan Anda
mendapatkan pinjaman modal, untuk menilai apakah bisnis Anda memungkinan untuk
dimulai, sekaligus sebagai salah satu cara untuk meyakinkan investor untuk bergabung
bersama visi Anda.
3.1
Lihat peluang bisnis
Mampu melihat peluang yang akan ramai
dipasaran atau booming adalah kemampuan yang tidak dimiliki oleh banyak orang.
Tetapi, pengusaha yang hebat akan mampu melihat peluang tersebut karena
kebiasaan. Jika gagasan yang anda miliki bisa memiliki prospek tinggi nantinya,
tunggu apa lagi saatnya anda melakukannya.
3.2
Analisis Pasar dan Tantangan Anda
Senjata utama dalam memulai usaha dari nol adalah riset
pasar yang komprehensif. Selama melakukan riset pasar, Anda perlu mempelajari
dinamikanya. Siapa saja kompetitornya, siapa dan bagaimana karakteristik target
pasar Anda.
Anda
memiliki ide cemerlang yang Anda tahu pasti akan berhasil, tetapi bagaimana
dengan pesaing Anda? Apakah sulit bagi pesaing untuk menyalin ide Anda dan
mengemasnya dengan cara yang lebih baik? Investor potensial akan menanyakan hal
ini ketika Anda mendekati mereka untuk pendanaan. Sangat penting untuk memahami
pasar tempat Anda beroperasi dan pesaing Anda.
Anda
harus terlebih dahulu melihat tren dan mengidentifikasi tantangan yang mungkin
dihadapi bisnis Anda. Langkah selanjutnya adalah memahami bagaimana Anda akan
mengatasi tantangan tersebut agar tetap menguntungkan.
3.3
Perencanaan yang Matang
Merintis usaha sendiri dengan modal kecil bukan berarti
asal-asalan. Anda butuh persiapan dan perencanaan yang matang dalam memulai
usaha Anda. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kegagalan dalam sebuah
usaha.
Perlu Anda ketahui, hampir semua kegagalan pelaku bisnis
terjadi akibat kurangnya persiapan dan perencanaan yang baik dalam mengelola
bisnis mereka. Jika sudah demikian, keuntungan tidak bisa di raup, modal pun
habis.
Bagaimana cara melakukan perencanaan yang matang? Perencanaan usaha
mencakup penentuan visi, misi, strategi bisnis, tujuan, kebijakan, prosedur dan
aturan serta anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah usaha atau
bisnis tertentu.
Pada intinya, perencanaan usaha diperlukan agar usaha yang
Anda jalankan mendapatkan hasil sesuai dengan yang Anda harapkan. Ada beberapa
tahapan dalam membuat perencanaan usaha.
3.4
Buat
Proposal Rencana Usaha
Jika Anda akan mencari pendanaan dari
luar, proposal rencana usaha/ business plan adalah
sebuah kebutuhan. Proposal
rencana Usaha ini akan anda gunakan untuk mempresentasikan gagasan anda kepada
calon investor anda.
Jika Anda akan membiayai usaha itu
sendiri, rencana usaha juga akan membantu Anda mengetahui berapa banyak uang
yang Anda akan butuhkan untuk memulai, apa yang perlu untuk dilakukan, kapan melakukannya dan
akan menuju kemana kegiatan tersebut.
4
Melakukan
Survei
Setelah
menentukan jenis usaha, selanjutnya Anda perlu melakukan survey lapangan.
Tujuan survey ini adalah untuk mengetahui tingkat persaingan, pangsa pasar, dan
potensi usaha yang akan dirintis.
Survey
yang dilakukan tidak harus detail, tapi cukup pada permukaan saja karena Anda
tidak ingin kehabisan waktu hanya untuk survey. Lalu, apa saja yang akan
disurvey?
4.1
Pahami
Tingkat Persaingan
Survei di lapangan bermanfaat untuk melihat tingkat
persaingan usaha yang sejenis dengan usaha Anda. Seberapa banyak orang yang
telah menjalani usaha tersebut.
Disamping itu, Anda harus mencari informasi bagaimana
kualitas dan ciri khas produk, prosedur pelayanan dan harga yang mereka
tawarkan. Dengan
begitu, Anda akan memiliki strategi untuk bersaing dengan para pengusaha yang
sejenis.
Kemungkinan besar jenis usaha yang ingin
Anda rintis sudah memiliki pendahulu yang menjadi pesaing. Melalui
survey kecil-kecilan yang Anda lakukan, nantinya akan diketahui seberapa banyak
bisnis sejenis, bagaimana kualitas produk, kualitas pelayanan, persaingan harga,
dan informasi lainnya.
Dengan
mengetahui informasi tersebut maka kita bisa mengambil langkah dan strategi
agar dapat bersaing dengan usaha yang sama.
4.2
Perhatikan
Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen juga perlu
Anda perhatikan. Sebisa mungkin jenis usaha Anda memiliki banyak peminat dan
daya beli yang tinggi dari konsumen. Sebagus apapun usaha yang Anda jalankan, jika daya beli konsumen rendah
akan berpengaruh terhadap bisnis Anda.
Sama halnya dengan minat
konsumen, jika hanya segelintir orang yang membeli produk yang Anda tawarkan,
maka Anda harus siap-siap gulung tikar. Agar hal seperti itu tidak terjadi, Anda perlu melakukan
analisis SWOT. Manfaat dari analisis SWOT sendiri ialah untuk mengetahui
tentang kekuatan, kekurangan, peluang yang ada serta ancaman untuk bisnis Anda
kedepannya.

Anda juga dapat menemukan celah mana yang bisa Anda
manfaatkan. Memulai usaha tanpa memahami pasar sama saja dengan berperang tanpa mengetahui
siapa musuh yang dihadapi. Mungkin tidak
sekarang, tapi usaha yang sudah Anda bangun dari nol dapat dibantai sewaktu - waktu.
Perhatikan bagaimana perilaku konsumen
untuk jenis usaha yang akan dirintis. Pastikan bahwa jenis usaha tersebut
memiliki banyak peminat yang punya daya beli yang baik. Bisnis apapun itu tentu membutuhkan konsumen yang punya daya beli. Semakin
besar pangsa pasar jenis usaha tersebut maka potensinya juga semakin
menjanjikan
4.3
Cari Lokasi yang Strategis
Survei tempat atau lokasi juga
perlu Anda lakukan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dimana kira-kira lokasi
yang sesuai dengan bisnis Anda.
Sebagai contoh, Anda
ingin membuka usaha fotokopi dan alat tulis kantor.
Pastinya kurang efektif jika Anda membuka usaha tersebut di komplek perumahan
Anda. Lokasi yang tepat untuk usaha tersebut adalah didaerah yang banyak
terdapat tempat perkantoran dan sekolah.
Oleh karena itu, pemilihan
lokasi usaha wajib Anda lakukan jika ingin usaha Anda berjalan dengan lancar.
Banyak yang mengatakan bahwa lokasi sangat
berpengaruh pada keberhasilan suatu bisnis. Hal ini bukan tanpa alasan,
karena pemilihan lokasi yang strategis sangat besar dampaknya bagi tingkat
penjualan sebuah usaha.
4.4
Tentukan target pasar
Seorang
calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia
memiliki produk dengan kualitas terbaik. Namun, jika ia tidak memiliki pasar
yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.
5
Menentukan Lokasi Usaha
Mengacu
pada bagian sebelumnya
tentang survey, menentukan lokasi usaha sebaiknya pada tempat yang strategis
dan cukup ramai dilalui orang. Lain halnya bila bisnis yang dijalankan tersebut
adalah bisnis online yang tidak mengharuskan
calon pembeli untuk datang ke lokasi.
Bisnis
yang membutuhkan pengunjung untuk datang membeli di tempat sebaiknya berada
pada lokasi yang cukup strategis. Misalnya, bila target market bisnis Anda
adalah pelajar/ mahasiswa, maka lokasi terbaik adalah di sekitar sekolah atau
kampus.
6
Menentukan produk Anda
Sebelum memulai usaha, Anda harus menentukan produk apa
yang ingin Anda tawarkan kepada calon pembeli. Baik itu berupa jasa maupun
barang. Produk yang Anda tawarkan haruslah berupa solusi yang dapat memudahkan
calon pembeli Anda. Inilah mengapa riset pasar menjadi langkah yang krusial.
6.1
Uji
Coba Pasar Terbatas
Dari hasil riset yang mendalam, Anda dapat mengetahui
persis produk apa yang tepat bagi target pasar yang ingin Anda tuju. Setelah
menentukan produk, Anda bisa melakukan uji coba pasar. Lemparkan produk Anda ke
pasar terbatas, misalkan di lingkungan keluarga, tetangga, atau pertemanan
Anda. Namun pastikan bahwa hasil percobaan yang Anda lakukan memang pas dengan
pasar yang ingin Anda tuju. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk Anda
memiliki tempat di pasar.
6.2
Definisikan Keunikan Produk Anda
Dalam menjalani suatu bisnis, Anda harus bersaing dengan
banyak pengusaha lain yang sejenis dengan usaha Anda. Anda bisa melihat beberapa diantara
mereka yang berhasil menarik begitu banyak konsumen.
Apa rahasianya?
Tentunya produk yang mereka tawarkan memiliki daya tarik
tersendiri yang tidak dimiliki oleh usaha sejenis ditempat lain. Oleh sebab itu, definisikan
keunikan produk yang akan Anda tawarkan pada konsumen.
Selama ini, produk yang laku
keras di pasaran pasti memiliki keunikan tersendiri. Seperti kisah sukses astra dan produk - produknya yang tidak pernah hilang konsumen setiap harinya. Sistem perusahaan sudah
menjadi budaya dalam perusahaan dimana kualitas adalah nomer satu.
Untuk itu, berkreasilah dalam
membuat produk Anda. Misalnya Anda membuka usaha kue kering. Selain menjaga kualitas
makanan, Anda bisa menggabungkan dengan tampilan bentuk kue kering yang unik.
Misalnya dengan bentuk gambar kartun yang sedang trend saat ini.
Berkreasi dengan produk yang
Anda jual akan semakin menarik perhatian konsumen untuk membeli produk yang
Anda jual.
7
Menyiapkan Modal Usaha
Merintis usaha sendiri dari nol bukan berarti nol modal.
Anda tetap membutuhkan modal untuk mengawali usaha Anda. Berapa modal yang Anda
butuhkan? Tergantung jenis usaha yang akan Anda jalankan.
Pada umumnya, usaha dengan
modal kecil maupun besar hampir sama peraturannya. Anda harus tahu berapa modal
yang dianggarkan untuk memulai usaha tersebut.
Disamping itu, jangan habiskan
seluruh modal untuk kebutuhan usaha yang akan Anda jalankan. Minimal sisihkan
40% modal sebagai dana cadangan.
Hal ini untuk mengantisipasi
jika usaha Anda mengalami kegagalan. Anda bisa menggunakan sisa dana tersebut
untuk membangun kembali atau mengganti usaha Anda.
Sebagai contoh Anda ingin membuka usaha warung bakso. Dalam pengalaman usaha ayah
saya, Usaha warung bakso membutuhkan modal
sekitar Rp 6 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuat gerobak, peralatan
masak, meja, kursi, dan bahan baku.
Berarti Anda harus menyediakan modal sebesar Rp. 10 juta. Rp 6 juta untuk modal utama, sisanya Anda simpan
sebagai dana cadangan.
Bagaimana cara mendapatkan modal usaha? Anda
bisa mendapatkannya dari investor, pinjaman bank atau modal sendiri. Untuk
membuka usaha dengan modal kecil, sebisa mungkin Anda menggunakan modal sendiri
terlebih dahulu.
Karena setiap usaha atau bisnis memiliki resiko kegagalan.
Oleh sebab itu, dengan memakai modal sendiri, Anda masih bisa mengontrol
keuangan Anda.
Bayangkan jika Anda meminjam
uang di bank. Bisnis Anda belum bisa meraih keuntungan secara signifikan namun
tiap bulan Anda harus membayar angsuran plus bunga yang tidak sedikit. Anda
bisa keteteran dalam merintis usaha sendiri dengan modal kecil.
7.1
Catat Kebutuhan Dana Awal dan Modal
Anda
memerlukan uang untuk memulai bisnis Anda, tetapi seberapa banyak yang
benar-benar Anda butuhkan? Tanpa ide yang jelas, Anda berisiko mendapatkan
penilaian tidak realistis dari bisnis Anda, yang akan menunda investor dan
permohonan pinjaman Anda ditolak.
Berapa
modal yang dibutuhkan untuk memulai sebuah investasi bisnis? Ada banyak
kebutuhan dana di awal sebuah usaha, misalnya untuk membeli mesin, alat-alat
dan bahan habis pakai.

Sebaiknya
lakukan pencatatan secara rinci sehingga jumlahnya bisa terukur dan dapat
direncanakan bagaimana proses memperolehnya, apakah melalui tabungan atau
kredit usaha.
Jadi
sebelum Anda mulai bertanya-tanya bagaimana Anda harus mengumpulkan uang, Anda
harus fokus pada evaluasi kebutuhan pendanaan Anda. Berapa yang Anda butuhkan
untuk memulai? Bagaimana sebenarnya Anda akan menggunakan dana tersebut?
7.2
Bagi
anda yang benar – benar Nol Modal Finansialnya
Modal usaha sebenarnya ada empat aspek
secara garis besar yaitu uang, kompetensi (pengetahuan, pengalaman dan
keterampilan), kenalan atau jaringan dan kekuatan brand atau reputasi. Bagi
anda yang benar benar tidak memiliki uang sama sekali Anda juga dapat memulai
bisnis tanpa modal dengan menjadi reseller (pengecer) dari suatu produk atau
barang. Berikutnya yang perlu Anda bangun adalah kekuatan modal uang untuk
memulai usaha yang lebih besar. Setelahnya anda perlu mengumpulkan Kompetensi
diri anda, membangun relasi dan terakhir membangun reputasi.
Bagi anda yang ingin memulai bisnis dari
modal uang nol, cobalah pelajari semua hal yang berkaitan dengan internet,
jaman internet ini segala kemudahan datang di dunia internet ini.
7.3
Sumber
Pendanaan
Jika anda sudah benar – benar siap dengan
rencana permodalan anda, anda bisa memulai mencari sumber dananya.
Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi, dari hasil
patungan atau dari Bank. Bila dari anda sendiri, pastikan anda
tidak jatuh miskin pailit jika usaha anda gagal. Bila dari hasil patungan,
pastikan semuanya diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar
nantinya tak ada yang merasa dirugikan saat bagi hasil.
Jika anda mencari dari pinjaman Bank,
perhatikan bunga, agunan dan lama angsuran anda.
Sebenarnya ada cara lain dalam mencari
sumber dana usaha yaitu dari crowdfunding.
7.4
Jelajahi Platform Crowdfunding
Platform
crowdfunding seperti yang berkerja secara online telah mengubah cara para
pengusaha mengumpulkan uang untuk mendanai bisnis baru mereka.
Konsep pendanaan dari orang banyak adalah
mengumpulkan uang patungan dengan orang yang tidak secara langsung mengenal
anda. Sekalipun mengenal anda mereka bukan orang yang setiap hari anda temui.
Mereka adalah investor yang mencari bibit pengusaha dengan kreativitas tinggi.
Syarat kreativitas tinggi ini mutlak bagi anda yang ingin mencari modal dengan
crowdfunding.
Anda bisa menjelajahi linimasa dan group –
group linimasa yang anda ada di dalamnya.
7.5
Amankan Pinjaman Usaha Kecil jika Diperlukan
Ada beberapa
program pinjaman yang ditujukan untuk membantu para pengusaha pemula membangun
bisnis mereka. KUR (Kridit Usaha
Rakyat) mengoperasikan program pinjaman yang ditawarkan oleh pemerintah.
Untuk memenuhi syarat untuk pinjaman, bisnis Anda harus memenuhi beberapa
kriteria seperti bisnis Anda harus beroperasi di Negara tertentu, bisnis Anda
harus memenuhi syarat sebagai usaha kecil sesuai dengan pedoman KUR, Anda harus beroperasi untuk
mendapatkan keuntungan dan Anda harus memiliki skor kredit yang baik.
7.6
Tabung
Rencana Modal Segera Ketika Anda
Dapat Uang
Meskipun
belum memulai usaha dalam waktu dekat, tetapi tabungan untuk modal yang sudah
direncanakan harus segera disimpan.
Mengapa
demikian?
Karena
ketika mempunyai banyak uang banyak orang yang akan cenderung konsumtif dan
menghabiskan dana untuk biaya kurang penting.
Pastikan
untuk menabung modal sesuai catatan yang telah dibuat segera setelah memperoleh
uang.
8
Mempersiapkan
operasional
Pastikan
semua kebutuhan bisnis Anda dapat dipenuhi oleh alat atau mesin penunjang
operasional. Anda bisa mempersiapkannya dengan cara membeli atau menyewa.
Tergantung dangan besarnya modal yang sudah ada.
8.1
Mempersiapkan Segala Keperluan
Merintis
usaha baru ini butuh persiapan yang serius, karena tanpa persiapan sebuah usaha
bisa berjalan tanpa arah dan gagal. Persiapan ini meliputi kesiapan produk,
kesiapan alat, pemasaran, dan lain-lain. Selain itu, kesiapan dari diri
sendiri pun harus diperhatikan karena Anda adalah orang yang menjadi aktor
penting dalam menjalankan usaha tersebut.
8.2
Jalankan Percobaan
Ingin
yakin apakah ide bisnis Anda memang unik? Jalankan tes dan cari tahu. Sebuah projek pilot akan memberi Anda
kepercayaan diri yang Anda butuhkan untuk membawa ide Anda ke tingkat
berikutnya dan mengurangi risiko. Anda dapat memulai dalam skala kecil dengan
memberikan beberapa barang gratis kepada beberapa orang di kelompok audiens
target Anda untuk melihat bagaimana mereka merespons.
Percobaan
kecil dapat memberi Anda beberapa wawasan baru untuk mengembangkan bisnis Anda
dan mengidentifikasi tantangan yang mungkin Anda lewatkan.
9
Melaksanakan
Usaha Anda
Hal
terpenting dari membangun bisnis adalah “memulai”. Memang tidak gampang, tapi
langkah pertama sangat diperlukan. Sukses bukan jatuh dari langit, ia tidak
datang sendiri. Sukses didapat lewat perjalanan dan usaha tak kenal lelah. Jadi
mulai pijakkan langkah pertama Anda menuju kesuksesan.
9.1
Organisir diri
Mulailah
dengan membiasakan diri lebih terorganisir. Hal ini sangat penting sebagai
modal diri dalam mengatur usaha Anda. Sederhananya, jika Anda tak bisa
mengorganisir diri, bagaimana Anda akan mengorganisir semua elemen bisnis Anda?
9.2
Mulai Membuka Usaha
Ok,
Anda telah melakukan semua poin di atas dan telah siap untuk meluncurkan usaha
Anda. Kini saatnya Anda mulai membuka usaha tersebut kepada khalayak umum.
Saat
pertamakali membuka usaha, seringkali penjualan tidak sesuai dengan harapan.
Hal ini bisa karena usaha Anda belum banyak diketahui atau konsumen belum
mempercayai usaha Anda tersebut.
Ini
biasa terjadi, tidak perlu langsung berkecil hati. Akan ada waktunya konsumen
mulai datang dan percaya pada bisnis Anda. Yang terpenting adalah Anda tidak
menunda untuk membuka usaha, dan tidak langsung putus asa ketika bisnis sepi.
9.3
Kerjakan Ide Bisnis Anda
Datang
dengan ide bisnis yang hebat hanyalah awal dari perjalanan Anda sebagai seorang
pengusaha. Ada banyak langkah lagi yang perlu Anda ambil sebelum Anda dapat
memulai. Memalsukan ide bisnis Anda adalah salah satunya, dan itu sangat
penting bagi keberhasilan usaha Anda.
Setiap pelaksanaan gagasan usaha yang
besar selalu akan menemui masalah – masalah kecil. Setiap masalah – masalah
kecil ini akan membuat anda semakin paham apa sebenarnya yang anda butuhkan
dalam menjalankan usaha anda.
9.4
Tingkatkan kemampuan Anda

Saat memulai usaha dari nol, berarti Anda harus terus
belajar, belajar, dan belajar. Masih banyak ilmu yang Anda harus kuasai agar
usaha Anda sukses. Kemampuan untuk melakukan penjualan, pemasaran, dan
menjalin jaringan
adalah hal yang wajib Anda kuasai.
Oleh karena itu, cara memulai usaha yang baik adalah dengan
rajin-rajin mengikuti seminar, workshop, online course,
ataupun mentoring. Anda juga bisa mempelajari kisah-kisah pebisnis yang
berhasil memulai dari nol hingga sukses. Dari kisah-kisah mereka Anda dapat
mempelajari kegagalan yang mereka alami, serta bagaimana cara untuk bangkit
dari dari kegagalan tersebut.
10
Mendaftarkan
Usaha Anda
Dalam merintis usaha sendiri
dari nol, Anda memang harus banyak belajar. Selain menjaga kualitas produk,
sistem manajemen dan strategi pemasaran yang baik. Anda juga harus patuh
terhadap hukum.
Sebaiknya, segera daftarkan
usaha Anda ke dinas Perindustrian dan Perdagangan di kota Anda agar mendapat
surat ijin usaha perdagangan (SIUP). Kegunaan SIUP adalah
sebagai alat pengesahan yang diberikan pemerintah. Sehingga kegiatan usaha Anda
tidak terkendala dengan masalah perijinan.
10.1
Jadikanlah usaha Anda sebagai usaha yang Legal
dan diakui hukum
Tentukan
struktur hukum untuk usaha Anda
Pilih
nama yang baik bagi usaha Anda
Daftarkan
nama usaha Anda kepada Ditjen HKI sebagai merek dagang resmi dan sah di mata
hukum
Siapkan
dokumen-dokumen organisasi
Uruslah
surat-surat perijinan usaha, seperti Akta Pendirian perusahaan, Nama
Perusahaan, Hak atas nama perusahaan, Pengakuan dan pengesahan
11 Meluncurkan
usaha Anda
Setelah Anda melakukan segala perencanaan dan persiapan
maka yang perlu Anda lakukan adalah mengeksekusinya. Ingat bahwa memulai usaha
dari nol bukanlah sesuatu yang mustahil. Jangan mundur ketika hal tidak
berjalan sesuai dengan rencana.
Itu adalah tantangan yang pasti dihadapi oleh setiap
pengusaha sukses. Dari situ, Anda dapat belajar cara menyesuaikan diri dengan
dunia usaha yang selalu berubah setiap waktu. Anda juga bisa belajar bagaimana
mengatur ulang strategi dalam waktu yang singkat untuk menjawab tantangan
tersebut.
11.1
Undang Banyak Orang Ketika Launching
Ketika
waktu yang ditunggu-tunggu untuk launching tiba, maka jangan lupa untuk
mengundang banyak orang mulai dari teman hingga relasi. Karena jaringan ketika
berbisnis memang sangat penting bagi para pengusaha.
Banyak
permintaan yang diambil dari kenalan jika dibandingkan dengan promo ketika awal
berdirinya sebuah usaha.
11.2
Waktu
Peluncuran Harus Pas
Pemilihan
waktu yang tepat juga harus diutamakan. Jadi, Anda perlu mengukur bagaimana
sebuah bisnis bisa berjalan lancar di dalam momen paling tepat.
Ketika
harga barang sedang naik, maka daya beli akan turun sehingga pilihan jenis produk
atau layanan juga mempengaruhi keinginan konsumen untuk melakukan transaksi
atau tidak.
12 Mempromosikan
Produk dengan Baik

Satu hal yang perlu Anda ketahui, Sebagus apapun produk
yang Anda sajikan, tak lantas membuat banyak konsumen berdatangan untuk membeli
produk Anda. Maka dari itu, lakukan promosi untuk memperkenalkan produk Anda.
Promosi bisa Anda lakukan dari mulut ke mulut, menyebar brosur
atau memasang iklan di koran lokal. Apalagi sekarang ini, para pebisnis semakin
terbantu dengan hadirnya media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram,
Whatsapp dan lain sebagainya.
Anda bisa manfaatkan media sosial yang ada untuk
mempromosikan usaha Anda. Disamping itu, banyak cara untuk semakin menarik
minat pengunjung seperti memberi diskon, sediakan kupon atau vocher dan sistem
beli 1 gratis 1 yang sering diterapkan beberapa toko besar.
Dalam mengembangkan usaha dari nol, memang dibutuhkan strategi pemasaran yang baik agar
Anda bisa bersaing dengan banyak pengusaha yang menawarkan produk sejenis
dengan usaha Anda.
12.1
Promosi Secara Berkala
Apapun
jenis usaha yang dirintis pasti membutuhkan pemasaran yang baik agar bisa
berhasil dan bertahan dalam persaingan. Cara promosi pun harus dipilih yang
sesuai dengan jenis usaha, dimana pada awalnya mungkin butuh trial and error.
Jenis
pemasaran yang beragam belum tentu semuanya sesuai dengan semua jenis bisnis.
Sebagai contoh, bisnis herbal dari K
Link yang sukses dengan pemasaran Multi level Marketing (MLM). Tentunya
sistem MLM ini belum tentu dapat diterapkan pada pemasaran produk teknologi,
misalnya pemasaran smartphone.
12.2
Jangan Ragu Memberikan Free
Sampling atau Give Away
Ada
beberapa jenis orang yang ragu untuk membeli produk baru karena nyaman dengan
produk lama. Inilah jenis pembeli konservatif yang perlu diberi free
sampling maupun give away bagi penyuka tantangan.
Dengan
contoh yang gratis, maka ada kesempatan bagi mereka mencoba hal baru tanpa
harus membeli, jika produknya cocok maka hal ini akan jadi investasi Anda.
12.3
Kuatkan Nilai Jual Produk dan Layanan
Setelah
mempunyai bayangan tentang produk apa yang dijual atau layanannya, maka kuatkan
nilai jual dibanding para kompetitor.
Mungkin
kompetitor Anda memang mempunyai daya jual dari segi lamanya berdiri dan
eksistensi. Namun tentu ada nilai plus yang bisa Anda berikan pada
para customer ketika produk atau layanan jasa
sudah launching nanti.

Apa
saja yang bisa menjadi nilai plus produk atau layanan sebuah bisnis rumahan?
Saat
ini, Anda bisa bekerja sama dengan pihak kurir atau penyedia jasa pengiriman
barang untuk membagi keuntungan menggunakan sistem voucherdan promo gratis
ongkir.
12.4
Manfaatkan
Sosial Media untuk Membuat Gebrakan
Saat
ini, tidak terhitung lagi jumlah bisnis yang sukses membuat gebrakan lewat
sosial media.
Memanfaatkan
sosial media memang menjadi andalan pengusaha kekinian yang kompetitif dan
penuh semangat.
Oleh
karena itu, jangan ragu untuk melakukan promosi di akun sosial media baik
pribadi maupun toko online.
13 Meningkatkan
kualitas produk
Setelah Anda melakukan evaluasi, maka pergunakan hasilnya
untuk meningkatkan kualitas produk Anda. Jangan ragu untuk berinovasi dalam menciptakan
produk yang lebih baik lagi karena tidak ada perusahaan yang puas pada satu
produk saja. Apabila Anda tidak meningkatkan kualitas produk, maka seluruh
kerja keras untuk membangun usaha dari nol akan sia-sia.
13.1
Selalu lakukan evaluasi
Setiap pebisnis yang baru saja merintis usahanya pasti
melakukan berbagai kesalahan sepanjang kariernya. Namun mereka berhasil
memperbaiki satu persatu kesalahan tersebut hingga sukses seperti sekarang
senantiasa melakukan evaluasi dari setiap kesalahan dalam pengambilan keputusan
di tengah jalan.
Jadi, jangan pernah sepelekan evaluasi. Untuk itu kiranya
penting untuk menyimpan segala catatan secara detail sebagai bahan evaluasi
yang lebih komprehensif. Untuk mempermudah proses evaluasi Anda, Moka memiliki
fitur COGS di mana Anda dapat memantau harga beli untuk setiap barang yang
dijual. Moka dapat membantu Anda menghitung rata-rata pengeluaran hingga
memantau laba bersih dan kotor yang didapat dari penjualan Anda.
13.2
Fokus
pada satu bisnis dulu
Jangan terburu-buru mengganti fokus anda pada bisnis lain, sebelum
bisnis anda yang sedanga anda tangani stabil. Pastikan bisnis yang Anda kelola saat ini sudah
benar-benar stabil, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan
lainnya. Setelah usaha anda
benar – benar stabil barulah anda bisa mencari peluang lain.
Begitu juga ketika anda menghadapi masa
sulit, jangan mudah untuk tergiur peluang lain. Selama anda belum mencoba
menyelesaikan masalah anda pada usaha saat ini, usaha berikutnya pasti memiliki
masalah yang hampir sama jika anda tangani.
13.3
Pahami kompetisi
Dunia
bisnis adalah dunia yang sarat akan kompetisi. Untuk memenangkan persaingan,
cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Jangan malu
mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah. Belajarlah dari
keunggulan pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari cara bagaimana Anda
bisa menjadi lebih unggul.
13.4
Kumpulkan Umpan Balik
Jika
Anda berencana untuk memasuki bisnis yang benar-benar baru, itu akan sangat
membantu jika Anda mendapat opini kedua dari seseorang yang mengetahui pasar
dan tantangan yang terlibat.
Ide
bisnis yang tampak bagus di atas kertas mungkin tidak semenarik ketika Anda
benar-benar masuk ke dalamnya. Pendapat ahli dapat membantu Anda melihat
berbagai hal dari perspektif yang berbeda dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan
yang mungkin Anda miliki.
13.5
Rajin membuat catatan
Catat
semua perbaikan yang anda lakukan.
catat semua hal penting yang Anda dapat. Mulai dari nasihat orang lain,
hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat mengelola usaha Anda. Sehingga ketika anda mendelegasikan sebuah
tugas kepada orang lain, orang tersebut bisa belajar lebih cepat dari catatan
anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya mewariskan sebuah
perusahaan melainkan juga pengalaman Anda.
13.6
Miliki layanan pelanggan yang baik
Pada awal berjalannya usaha pasti ditemukan berbagai
kesalahan. Kesalahan-kesalahan ini mungkin menghasilkan komplain dari pelanggan
Anda. Oleh karena itu, Anda wajib memiliki layanan pelanggan yang ramah,
informatif, serta solutif.
Gunanya adalah ketika pelanggan mengajukan komplain, Anda
dapat memberikan solusi yang bersifat win-win. Dengan demikian kekecewaan
pelanggan Anda dapat terobati dan usaha yang sudah Anda bangun dari nol tidak
akan tercoreng namanya.
14 Mengelola Keuangan yang Baik
Meskipun modal Anda kecil, merintis usaha sendiri dari nol
perlu pemahaman pengelolaan keuangan usaha yang baik.
Anda harus bisa
memisahkan uang yang digunakan untuk bisnis dengan keuangan pribadi. Sehingga Anda bisa fokus dalam mengembangkan bisnis Anda.
Sebagai contoh, Anda membuka warung kopi sederhana
dengan modal Rp 20 juta. Saat usaha Anda sudah berjalan, segera tentukan
target. Usahakan Anda bisa mendapat keuntungan Rp 3 – 5 juta per bulan setelah
dipotong biaya operasional, gaji karyawan dan pengeluaran lainnya.
Jika Anda konsisten, maka dalam waktu 2-3 tahun kedepan,
Anda bisa membuka cabang baru untuk usaha warung kopi Anda.
Oleh sebab itu, kuncinya adalah pengelolaan keuangan baik. Meskipun modal Anda besar,
jika dikelola dengan buruk. Bukan keuntungan yang Anda dapatkan. Bisa saja malah
Anda kehabisan modal.
Beda halnya jika Anda pintar
dalam mengelola keuangan, walaupun dengan modal kecil, dalam beberapa tahun
kedepan Anda bisa modal Anda bisa bertambah berkali-kali lipat.
Selain itu, meskipun bisnis
Anda telah lancar, jangan Anda lantas berfoya-foya dengan membeli barang-barang
yang sekiranya belum terlalu Anda butuhkan. Lebih baik, fokus dalam memutar
uang Anda untuk memperbesar usaha agar memiliki omzet yang besar.
14.1
Buat Rekening Terpisah
Membuat
buku rekening tabungan antara gaji dan modal secara terpisah sangat dianjurkan.
Hal
ini akan bisa membantu mengurangi risiko tercampurnya uang dan transaksi
internal masing-masing individu dan keperluan modal usaha.
Jika
rekeningnya terpisah, maka pola ini juga bisa melatih calon pebisnis untuk
lebih profesional dalam mengatur keuangan.
Mencampurkan
kas keuangan pribadi dan bisnis dapat mengantarkan Anda ke gerbang pintu
kegagalan, lho! Anda tidak mau ‘kan bisnis Anda runtuh karena
Anda malas memisahkan kedua kas keuangan ini?
15 Scale
up bisnis Anda

Memulai usaha dari nol memang sebuah prestasi yang
membanggakan. Namun prestasi Anda tidak bisa berhenti sampai disitu saja. Untuk
menjalankan usaha hingga sukses Anda harus scale up bisnis Anda. Anda
harus meningkatkan dan memperbesar usaha agar semakin memiliki cengkraman kuat
di pasaran.
Misalnya, Anda membuka satu buah restoran di satu lokasi.
Tentu Anda tidak bisa selamanya mengandalkan satu gerai tersebut. Buka cabang
di lokasi lain baik itu dengan skema waralaba atau yang lain. Namun poin penting
dalam melakukan scale up adalah konsistensi kualitas produk Anda.
Jangan sampai setelah scale up, kualitas produk Anda malah menurun
tajam. Kerja keras bertahun tahun untuk membangun usaha dari nol yang telah
Anda kerahkan pun akan sia-sia.
Nah, bagaimana dengan Anda?
Sejatinya, banyak cara memulai usaha yang bisa Anda
aplikasikan. Namun tekad kuat lah yang dapat membuat usaha Anda berjalan
lancar. Apabila Anda hanya bermimpi menjadi pengusaha, tanpa adanya upaya untuk
memulai maka ia tidak akan pernah terwujud. Semoga dari sepuluh tips di atas
dapat memberikan pelajaran bahwa perjalanan dari nol hingga sukses bukanlah
sesuatu yang mustahil.
15.1
Pilih SDM yang tepat
Sumber
daya manusia adalah salah faktor krusial apakah bisnis Anda dapat bertahan atau
tidak. Sebab tak mungkin Anda mengelola semuanya sendirian. Pastikan SDM yang
Anda pekerjakan mendatangkan manfaat alih-alih mudarat.
Yang pertama kali perlu anda lakukan dalam
pengelolaan SDM adalah penyeleksian perekrutan. Jika anda berhasil dalam
perekrutan maka berikutnya yang perlu anda lakukan adalah melatihnya sehingga
handal dan mampu menjadi orang yang bisa anda percayai dengan delegasi tugas.
15.2
Menjadi Unik dalam Persaingan
Cara
mudah untuk meningkatkan usaha anda
adalah menjadi unik di tengah-tengah persaingan bisnis. Boleh saja jenis usahanya sama, namun usaha yang Anda jalankan
harus terlihat unik dibandingkan dengan usaha sejenis. Sebagai contoh, misalnya
bisnis berjualan bakso, beberapa hal yang bisa membuat bisnis bakso menjadi
unik dan berbeda yaitu:
Membuat nama bisnis yang unik, misalnya
Bakso Granat mas Bowo. Menjaga kualitas rasa dan cara penyajian. Menjaga kebersihan di sekitar
tempat usaha.
Atau jika Anda berbisnis online shop, Anda
bisa melakukan beberapa tips yang membuat online shop Anda menjadi unik,
misalnya: Menawarkan layanan gratis ongkir, Mengirim barang secepat mungkin, Menjaga
kualitas komunikasi dengan konsumen.
15.3
Terus
Memantau Pasar dan Belajar
Perubahan
pasar selalu terjadi pada semua jenis usaha. Jika ingin tetap bertahan pada suatu
bisnis maka wajib hukumnya untuk selalu memantau perkembangan pasar.
Selain itu, para pengusaha juga tetap harus mau belajar
mengikuti perubahan yang terjadi. Sebagai contoh, jika jaman dulu belum ada
pemasaran online maka para pengusaha jaman sekarang harus memiliki pemahaman
tentang dasar internet marketing agar dapat bertahan dan
maju.
15.4
Libatkan Orang Terdekat
Jangan
berdiri sendiri untuk melangkah dan melompat lebih tinggi, karena manusia
selalu membutuhkan bahu ketika lelah dan perlu dukungan. Libatkan orang
terdekat seperti pasangan, keluarga, atau sahabat ketika ingin berbisnis.
Apalagi
bila ada orang terdekat yang mengerti tentang investasi, jadi mereka bisa banyak
membantu mendukung baik secara emosional maupun teknis. Walau begitu, ingat jangan tempatkan orang
terdekat pada posisi yang terlalu penting jika anda tidak terlalu
mempercayainya. Karena banyak saudara menjadi musuh karena uang.
15.5
Perbaikan
Terus Menerus
Perbaikan terus menerus adalah prinsip
yang paling penting dalam menjalankan usaha, meningkatkan usaha, menumbuhkan
usaha, dan menjadikan usaha anda kelas internasional. Perbaikan yang anda
lakukan dalam perusahaan harus berjalan setiap waktu, jangan sampai ada rentang
waktu tanpa adanyta perbaikan.
16 Membangun
Jaringan (Networking)
Networking dapat diartikan membangun jaringan pertemanan
dengan orang lain agar saling menguntungkan. Oleh karenanya, networking
memiliki peran penting dalam kelangsungan usaha Anda. Sebaiknya berusahalah
untuk membangun jaringan dengan pengusaha lain yang sejenis dengan usaha yang
akan Anda rintis.
Membangun jaringan dengan sesama rekan tidaklah membuat
saingan Anda bertambah. Justru mereka dapat membantu Anda dalam meningkatkan
promosi.
Selain itu, Anda bisa berbagi
pengalaman bersama mereka. Jangan takut apalagi malu untuk bertanya seputar
usaha Anda. Belajar pada mereka yang sudah berpengalaman tentu dapat menambah
pengetahuan dan wawasan tentang bisnis yang akan Anda jalani.
16.1
Perluas Networking Anda
Ketika
Anda tidak punya uang untuk memulai bisnis Anda, penting Anda menemukan orang
yang tepat yang dapat membantu. Anda dapat menghadiri acara dan pameran dagang
tempat Anda dapat menemukan calon investor. Anda juga dapat bergabung dengan
berbagai forum online di situs jejaring sosial di mana Anda dapat menemukan
kiat dan sumber daya yang berguna untuk menghidupkan bisnis Anda.
Networking dapat menjadi landasan
untuk kelangsungan usaha Anda. Anda dapat bergabung dengan komunitas yang
terkait dengan jenis usaha Anda. Hal ini dapat Anda lakukan sebelum Anda
memulai usaha sendiri, sehingga pada saat Anda mulai memasarkan produk/jasa
yang Anda tawarkan, Anda telah memiliki networking yang luas.
Sebagian besar pemodal ventura dan investor
cukup aktif di media sosial, jadi jika Anda dapat membuat mereka kagum dengan
ide Anda, Anda mungkin menemukan cara yang bagus untuk memulai mimpi bisnis
Anda.
17 Membangun Mental yang Kuat
Kunci keberhasilan Anda dalam merintis usaha sendiri dari
nol yang paling
utama adalah mental yang kuat dan
sikap pantang menyerah. Anda harus mampu melewati masa-masa sulit selama
menjalankan usaha tersebut.
Menjadi wiraswasta bukanlah seperti karyawan karena
memiliki etos kerja yang berbeda. Mereka memiliki jadwal rutin yang jarang
berubah yakni kerja selama sebulan, setelah itu mendapat gaji.
Sementara Anda menjadi bos dalam menjalankan usaha Anda
sendiri. Oleh sebab itu, Anda harus bekerja ekstra keras, memiliki jadwal yang
tidak menentu dan berfikir bagaimana caranya agar usaha Anda dapat memberikan
gaji yang layak untuk Anda.
Hal ini tidak akan terjadi seandainya Anda tidak memiliki
mental yang kuat. Untuk itu, jangan menyerah meskipun usaha Anda belum lancar,
produk belum terjual secara optimal, konsumen sepi dan beberapa masalah yang
menjadi kendala dalam usaha Anda.
Memang bukan perkara mudah dalam merintis usaha sendiri
dari nol. Butuh pengorbanan biaya dan waktu agar usaha Anda bisa sukses seperti
yang Anda inginkan. Ikuti langkah-langkah diatas agar kedepannya Anda dapat
sukses dalam menjalankan usaha Anda.
17.1
Melatih Mentalitas Pebisnis
Memiliki
mental yang kuat merupakan modal yang sangat penting dalam memulai usaha dan
bisa bertahan dalam persaingan. Semua jenis bisnis pasti akan mengalami
masa-masa sulit, hanya mereka yang bermental kuat yang dapat tetap bertahan di
tengah persiangan.
Dan
ketika Anda mencari informasi cara memulai usaha baru, Anda harus bertanya dulu
pada diri sendiri, apakah siap dengan tantangan yang akan dihadapi? Merintis
usaha dari nol bukanlah perkara mudah, dibutuhkan pengorbanan uang, tenaga dan
pikiran, serta waktu yang tidak sebentar.
Di atas tadi adalah beberapa cara memulai
usaha baru bagi para pemula. Tips di atas memang masih membahas tentang
kulitnya saja, dan pembahasan lebih jauh tentunya sesuai dengan jenis usaha
yang Anda jalankan.
17.2
Siap menghadapi kemungkinan terburuk
Nyali
memang diperlukan untuk benar-benar terun menjadi pebisnis. Namun, itu saja
tidak cukup, analisa dan siapkan diri Anda pada kemungkinan terburuk yang bisa
saja terjadi.
17.3
Terbuka terhadap setiap evaluasi
Salah
satu rahasia kesuksesan adalah “proses belajar”. Jadilah orang yang selalu
terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah untuk melakukan
evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.
17.4
Terus Belajar dan Memperbaiki Diri
Setiap
perjalanan bisnis pasti ada “naik dan turun”. Saat bisnis yang Anda kelola
sedang di atas angin, jangan cepat puas, selalu perbaiki diri. Gunakan momentum ini untuk semakin
mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat bisnis Anda sedang lesu, jangan
lantas putus asa, tetap perbaiki diri. Buka hati dan jangan malu untuk bertanya
kepada pengusaha senior.
17.5
Mental baja
Satu
kali pasti bisnis Anda akan mengalami penurunan, bahkan tidak jarang yang
mengalami kebangkrutan. Jika dihadapkan pada kondisi ini, jangan memutuskan
untuk berhenti. Sebab apa yang sudah dimulai sayang jika tak diselesaikan.
Semua yang Anda butuhkan sudah ada di genggaman, pengalaman. Jadikan pengalaman
sebagai modal berharga agar nantinya sukses bisa Anda raih.
17.6
Jangan
Ragu untuk Memulai Sekarang
Intinya,
setiap langkah bisnis harus dimulai sekarang juga. Tidak perlu menunggu punya
banyak uang untuk berinvestasi berupa bisnis sampingan di rumah. Tetapi tabung
dana khusus sebagai modal dari pendapatan setiap kali memperolehnya.
Selamat
untuk para calon investor yang ingin mengembangkan bisnis dari penghasilan
tidak tetap!
Anda
memang cocok menjadi orang sukses jika semakin termotivasi setelah membaca
artikel ini, apalagi membagikannya pada orang-orang yang membutuhkan informasi
seputar investasi bisnis, terima kasih.
Luki Subandi





Komentar
Posting Komentar